Cheeky Quotes

Kamis, 29 November 2012

Cerita Menyentuh hati

PENGABDIAN SEORANG IBU


*Manusia dan pengabdian serta tanggung jawab
Suatu hari, seorang penduduk di suatu negeri hendak bertamu ke rumah seorang pimpinannya. Karena dia ingin mengadukan istrinya, yang setiap hari kerjanya menggerutu dan memarahinya. Istrinya menganggap bahwa suaminya tidak pernah membantu pekerjaan rumah. Sedangkan dirinya selalu berdalih, aku capekmencari uang untuk kalian. Ketika orang itu, sudah sampai di depan pintu pimpinannya itu. Orang itu mendengar bahwa pimpinannya sedang di marahiistrinya. Dalam pikirannya sedang berkecamuk, apa yang perlu di adukan kalau pimpinannya juga mengalami hal yang sama.
Orang itu hendak berpaling dan segera ingin pulang, kemudian pimpinannya membuka pintu. Pimpinan itu memanggilnya dan menanyakan tujuannya datang ke tempatnya. Orangitu menceritakan tentang keluarganya dan apa yang sedang di dengar barusan.Pimpinannya pun bercerita tentang seorang wanita dan kebaikan seorang istridalam mengemban tanggung jawabnya. Pimpinan itu bertanya pada penduduk tadi,apa yang membuatmu merasa dianiaya seorang istri? Pernahkah engkau membayangkansakitnya mengandung, membawa janin kemana-kemana. Tidur terlentang sepertibukit, sedang tidur dengan telungkup seperti timbangan. Setelah itu, proses melahirkan anak yang dikandungnya. Bayangkan betapa rasa sakitnya beban yangditanggungnya, sedangkan dirimu hanya bisa tertawa dan menangis dengan penuhkeharuan. Ketika anak yang engkau dambakan telah lahir ke dunia. Tidak hanyaitu saja, seorang ibu juga harus menyusui anaknya hampir selama dua tahun.Masihkah engkau marah jika dimarahi istrimu dan engkau malah memaki-makinya.
Betapa beratnya tanggung jawab seorang ibu dalam mengemban kehidupan. Maka benarlah sebuah lagu yang berbunyi kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Itulah sebuah pengabdian seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya dan tanggung jawabnya kepada seorang suami. Sekarang, masihkah kita ingat kepada ibu kita, dan berapa sering kitamenolak permintaanya. Nanti, kita pun akan menjadi orang tua yang berumah tangga. Apa yang kita harapkan dari mereka, kalau kita sendiri saja masih berbuat jahat kepada orangtua kita. Perbaikilah sekarang, selagi masih ada kesempatan dan waktu untuk mengubah segalanya menjadi lebih baik.
Ibuku yang terhebat ini dikutip dari sebuah buku Setumpuk Puisi Cinta yang dikarang olehT. Rohman atau bisa dilihat dihttp://puisiberbagicinta.blogspot.com


Ibuku Yang Terhebat

Ibu, . . .
Aku menuliskan semua tentangmu
Mengingatmu
Merindukanmu
Di setiap kesendirianku
Tapi, . . .
Tak sebanding semua kasih sayang
Perhatian tulus yang engkauberikan
Yang paling aku tahu tentang mu
Engkau tak pernah berhentimenyayangiku
LOVE YOU MOM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar